Ay4h T!ri Siks4 Bal!ta 3 Tahun Hingga Men!nggal, Pel4ku lnjak Pervt Korb4n dan Kaki Dib4kar
Jumat, 08 Mei 2020
Seorang balita berusia 3 tahun meninggal dunia setelah disiksa oleh ayah tirinya.
Balita perempuan berinisial AG itu meninggal dunia diinjak dan dibakar oleh ayah tirinya, Ery Age Anwar.
Saat ini, polisi sudah mengamankan Ery Age Anwar tersangka yang merupakan ayah tiri balita tersebut.
Sebelum polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut, tersangka Ary sempat membuat skenario kebohongan.
Hal itu dilakukan tersangka Ary untuk mengelabui tetangga dan juga saudaranya.
Awalnya, Ery membuat skenario dengan menyebut balitanya AG tewas setelah tenggelam di dalam bak mandi rumahnya yang berlokasi di Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (30/10/2019) sore.
Namun, keluarga menaruh curiga lantaran AG sebelumnya dalam kondisi sehat.
Paman korban yakni Rendar Aiziz Kurniawan pun tidak mempercayai cerita yang diungkapkan oleh Ery.
Sebab, saat dijemput oleh ibu dan ayah tirinya, korban AG dalam keadaan sehat seperti dikutip TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id.
Menurut sang paman, ada kejanggalan terkait kematian keponakannya yang masih berusia 3 tahun tersebut.
“Yang bikin kami janggal, ada luka memarnya mbak. Karena itu kami melapor,” tutup dia.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi mengatakan, terdapat beberapa luka memar di tubuh Agnes.
Salah satu yang kasat mata adalah luka lebam di bagian punggung serta pelipis kepala.
“Yang kasat mata tadi di pelipis ya sama punggung. Lainnya nanti tunggu hasil autopsi,” terang dia.
Tersangka Akhirnya Mengaku
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, kesimpulan polisi setempat berdasarkan beberapa fakta dan keterangan yang berseberangan dari informasi yang disampaikan pelaku.
"Modus pelaku yang awal tidak mengakui dan akhirnya mengakui melakukan kekerasan hingga korban meninggal dunia," katanya saat dikonfirmasi TribunJatim.com, kamis (31/10/2019).
Menurut pengakuan tersangka, sambung Humas Polda Jatim, pelaku tega melakukan kekerasan kepada balita berusia 3 tahun itu lantaran tersangka emosi.
Barung melanjutkan, tersangka Ery emosi lantaran korban saat itu buang air sembarangan.
"Korban buang air sembarang itu yang membuat pelaku emosi," jelasnya.
Kepada penyidik, lanjut Barung, pelaku mengakui serangkaian kekerasan yang berujung hilangnya nyawa korban.
"Dengan cara menginjak sebanyak dua kali ya ke punggung dan perut korban," terangnya.
Tak cuma itu, lanjut Barung, pelaku sempat membakar kaki korban dengan alasan si korban saat itu sedang menggigil.
"Dia ngaku bakar kaki korban dengan alasan korban menggigil," tuturnya.

Barung mengatakan, penyidik dari Satreskrim Polresta Malang masih terus memeriksa pelaku.
"Kami masih periksa pelaku," pungkasnya.
Kaki Korban ada Luka Bakar
Selain luka lebam dan memar, di kaki balita berinisal AG juga terdapat luka bakar.
Mengenai hal ini, tersangka Ery membuat skenario licik kalau luka bakar itu karena si bayi tubuhnya dihangatkan usai tenggelam di bak mandi.
Ery bermaksud menghangatkan tubuh Agnes dengan membalurkan minyak dan menaruh kakinya di atas kompor.
Berdasarkan pengakuan Ery ke polisi, Agnes berpamitan ingin mandi sekitar pukul 14.00 WIB.
Ery mengaku membiarkan Agnes mandi sendiri lantaran ada bayi berusia 1,5 bulan yang harus dijaga.
“Namun ini masih kita cocokkan keterangan ayah tiri korban dengan fakta-fakta yang ada,” kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi.
Komang mengatakan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Agnes. Tiga orang sedang diperiksa di Mapolres Kota Malang yakni Ery, ibu kandung Agnes Hermin Susanti dan tantenya.
“Saat ini sudah tiga orang. Dua orang tuanya sama budenya,” ucap dia.
Hasil Otopsi
Hasil otopsi terungkap balita usia 3 tahun ini meninggal bukan karena tenggelam.
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengungkap meninggalnya Agnes Arnelita disebabkan oleh pendarahan di lambung.
“Penyebab meninggalnya korban dari hasil autopsi jelas karena pendarahan di lambung yang disebabkan tekanan yang sangat keras. Nanti akan disinkronkan lagi dengan alat bukti lain,” ujar Dony, Kamis (31/10/2019).
Selain pendarahan lambung, kata dia, ditemukan pula luka bakar di kaki serta memar di bagian punggung.
Hasil autopsi ini kata Dony, menjelaskan bahwa meninggalnya Agnes tidak disebabkan karena tenggelam.
“Penyebab kematian ini sudah jelas dari hasil pemeriksaan dokter bukan karena tenggelam. Kami akan seriuskan,” tutur dia. (TribunnewsBogor.com/Surya.co.id)
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Ayah Tiri Siksa Balita 3 Tahun Hingga Meninggal, Pelaku Injak Perut Korban dan Kaki Dibakar, https://aceh.tribunnews.com/2019/11/01/ayah-tiri-siksa-balita-3-tahun-hingga-meninggal-pelaku-injak-perut-korban-dan-kaki-dibakar?page=all.
Editor: Faisal